30/01/07

Emoticon YM Tidak Bisa Animasi?

Saya lebih suka memakai YM (Yahoo Messenger) untuk chatting daripada MSN (Windows Live Messenger / MSN Messenger) dan lainnya. Mengapa? Karena menurutku emoticonnya paling imut dan lucu.

Kelucuan emoticon YM didukung oleh emoticonnya yang dapat bergerak atau beranimasi. Namun bagaimana kalau emoticon YM Anda tidak dapat beranimasi? Walaupun masalah ini ditanya pada teman Anda yang ahli komputer, masalah ini belum tentu bisa diatasi! Mengapa?

Kesalahan perilaku suatu aplikasi pada umumnya dapat diatasi dengan mengubah setting pada aplikasi itu. Dengan restart Windows mungkin juga bisa. Cara lain mungkin install ulang aplikasi tersebut. Sayangnya cara-cara ini tidak dapat membuat emoticon YM Anda yang diam menjadi bergerak.

Lalu, bagaimana cara membetulkannya? Perubahan setting justru bukan dilakukan pada YM! Begini langkah-langkahnya:
  1. Bukalah IE (Internet Explorer) Anda.
  2. Klik menu Tools - Internet Options...
  3. Klik tab Advanced, lalu cari bagian Multimedia.
  4. Centanglah Play animations in webpages, agar emoticon YM Anda dapat beranimasi. Kalau tidak maka emoticon-nya tidak bergerak.



Pembetulan selesai, masalah emoticon YM beres. Pertanyaan selanjutnya, mengapa setting justru dilakukan pada IE? Sebenarnya, YM menggunakan setting dari IE untuk terhubung pada internet. Bagi yang merasa sangat ahli komputer, sebelumnya telah tahu hal ini tidak?

28/01/07

Film yang Dibuat dari Blog Unik

Apa jadinya jika pertanyaan filosofis dijawab dengan notasi ilmiah? Lihat saja sebuah film singkat dan menarik ini berjudul Le Grand Content (<-- klik untuk nonton). Keterangan film lihat di sini. Film ini terinspirasi dari sebuah blog unik yang dibuat oleh Jessica Hagy.

Blog itu memang unik, dapat diisi apapun sesuai keinginan si pembuat blog. Namun saya baru tahu ada blog yang seunik ini, hingga terbit versi filmnya (walaupun singkat). Blog memang hebat!

25/01/07

Maxthon vs Firefox


Artikel kali ini bukanlah tentang Internet Explorer (IE) vs. Firefox yang telah banyak dibahas oleh banyak orang. Menurut berbagai macam para ahli, pemenang dari pertarungan tersebut adalah Firefox. Hal ini dibuktikan dengan semakin menurunnya market share IE dan meningkatnya market share Firefox.

IE dan Firefox merupakan program Internet Browser, yang digunakan agar kita dapat menjelajah internet. Setiap browser mempunyai fitur-fitur yang dapat mempermudah kita berselancar di internet. Firefox menang dari IE karena menyediakan banyak fitur yang melebihi IE. Semakin banyak pengguna browser, ahli maupun awam, yang beralih dari IE ke Firefox. Lalu apakah Firefox menjadi tidak ada tandingannya? Mungkin browser Maxthon-lah yang sanggup mengimbangi (atau mengalahkan) kemampuan Firefox.

Maxthon adalah browser yang menggunakan engine milik IE, Trident, dan 100% kompatibel dengan IE, ditambah dengan berbagai fitur yang tidak dimiliki oleh IE. Tetapi Maxthon bukan dibuat oleh orang Microsoft, melainkan oleh orang Tiongkok! Kurasa Maxthon adalah salah satu produk terbaik asli Tiongkok, seperti yang ditulis pada artikel ini: Link to- China-based Browser Maxthon Going Global in 2007. Di Tiongkok, Maxthon menguasai 30% pasar browser, dan Firefox kalah telak.

The Real Firefox Killer, itulah judul dari salah satu artikel pada blog LinuxJournal.com, milik Glyn Moody, yang menceritakan tentang perbandingan Maxthon dan Firefox. Dari sumber lain ada ParallelDivergence.com yang memasang judul Watch out Firefox - Here Comes Maxthon!, lalu ada artikel Browser Market Share: Maxthon May Stop Firefox's Slow Climb dari ReadWriteWeb.com, dan Maxthon: the browser that rocks dari TechCrunch.com. Itulah sekilas artikel-artikel di internet yang telah mengakui keberadaan Maxthon.

Saya sendiri telah menggunakan Maxthon sebelum artikel-artikel di atas tersebut ditulis hingga saat ini, namun bukan berarti Firefox belum pernah kucoba sama sekali. Saya telah menjelajahi dan mencoba berbagai macam extension Firefox (fitur tambahan), dan juga plugin Maxthon. Dan sekarang saya akan membandingkan kemampuan kedua browser tersebut. Yang akan kubandingkan adalah Maxthon 1 dengan Firefox 2, karena Maxthon 2 masih dalam tahap beta saat ini.

Maxthon 1.5.9 vs Firefox 2.0

Hal yang dibandingkan:
  1. Resource: Maxthon hanya membutuhkan memori sekitar 10 - 20 MB, sedangkan Firefox membutuhkan kira-kira 100 - 200 MB, sepuluh kali lipat lebih besar! Tidak heran, karena Firefox terkenal dengan kelemahan terbesarnya yaitu memory leak. Saranku: gunakanlah Maxthon jika memori komputer Anda 256 MB ke bawah. Firefox hanya cocok untuk komputer bermemori 512 MB ke atas.
  2. Platform: Firefox bisa dijalankan pada Windows, Linux, dan sistem operasi lain, sedangkan Maxthon hanya untuk Windows.

  3. Halaman yang dapat dibuka: Sebagian besar situs web di dunia didesain agar bisa tampil pada IE. Ingat bahwa Maxthon 100% kompatibel dengan IE. Firefox kalah dalam hal ini.
  4. Gratis: Sama-sama gratis tanpa syarat :).

  5. Kecepatan loading halaman: Maxthon menang! Percobaanku adalah membuka salah satu artikel AnandTech.com yang berisi banyak gambar berukuran besar.

  6. Fitur awal sebelum ditambah extension/plugin: Maxthon sudah cukup hebat tanpa plugin, sedangkan Firefox membutuhkan berbagai extension agar menjadi hebat. Contohnya, Maxthon telah punya Ad Blocker dari awal (untuk memblok iklan), sedangkan Firefox perlu tambahan install extension Adblock Plus. Saranku: pengguna awam lebih cocok memakai Maxthon, dan pengguna ahli lebih cocok Firefox.

  7. Kecepatan membuka aplikasi: Maxthon sangat ringan, dan dapat dibuka dengan cepat (di bawah 10 detik). Sedangkan untuk membuka Firefox saya perlu menunggu lama (di atas 10 detik), karena banyaknya extension yang perlu di-load. Firefox tanpa extension bisa dibuka dengan cepat juga, tapi secara fitur akan kalah dengan Maxthon. Inilah salah satu alasan utamaku mengapa saya lebih memilih Maxthon.

  8. Phishing filter: Maxthon belum mempunyai fasilitas ini. Firefox menang.

  9. Dukungan plugin/extension: Plugin/extension dibuat oleh komunitas di luar pembuat browser. Komunitas Firefox saat ini jauh lebih besar daripada Maxthon. Ini berarti fitur-fitur tambahan Firefox (yang akan mempermudah aktivitas berselancar di internet) lebih bervariasi daripada Maxthon. Maxthon kalah dalam hal ini. Pengguna ahli menyukai dukungan ini pada Firefox, sedangkan pengguna awam tidak (atau hanya sedikit) merasakan manfaat dukungan extension ini. Tidak tertutup kemungkinan suatu saat ketika komunitas Maxthon bertambah, dukungan plugin-nya akan meningkat.

  10. Fitur-fitur lain: Fitur yang dimiliki oleh Maxthon tetapi tidak dimiliki oleh Firefox, pada umumnya telah ditambal oleh extension Firefox, contohnya: Mouse Gesture-nya Maxthon ditambal oleh All-in-One Gestures extension Firefox. Begitu pula sebaliknya, contoh: fitur "Find"-nya Firefox yang enak dipakai itu ditambal oleh plugin Maxthon bernama EasyFinder, yang menggantikan dialog Find milik IE yang tidak enak dipakai dan menutupi pandangan. Namun, Firefox mempunyai banyak extension yang tidak dimiliki oleh Maxthon maupun pluginnya, misalkan FoxyTunes.

  11. Dual engine: Firefox memang mempunyai extension IE Tab. Sedangkan Maxthon telah mempunyai dual engine dari awal! Engine default Maxthon adalah Trident (engine yang dipakai oleh IE), tetapi dapat diubah menjadi Gecko (engine yang dipakai oleh Firefox). Dengan adanya dual engine, halaman web yang hanya mendukung IE (hanya dapat ditampilkan dengan IE) bisa dibuka oleh kedua browser ini, begitu pula halaman yang hanya mendukung Firefox. Maxthon menang karena tidak memerlukan plugin untuk mendapat fitur berguna ini.

Kesimpulan

Saya lebih memilih Maxthon karena ringan, cepat, dan fiturnya dapat diandalkan. Namun Firefox menyediakan banyak fitur tambahan berguna melalui extensionnya. Pada saat tertentu ketika saya membutuhkan fitur-fitur Firefox yang tidak ada pada Maxthon, saya akan memakai Firefox. Namun untuk keperluan sehari-hari, saya selalu memakai Maxthon.

16/01/07

DetikINET Memuat Berita Salah!

Saya merasa begitu terheran-heran ketika membaca salah satu berita DetikINET berjudul "Berbahaya! Virus Organis Serang Windows Vista". Inti dari berita itu adalah bahwa ada sebuah virus organik pertama di dunia yang dapat menyerang komputer yang memakai sistem operasi Windows Vista. Virus organik??? sungguhan atau lelucon ini?

Virus organik adalah virus di dalam istilah biologi, misalnya adalah virus influenza. Virus ini benar-benar hidup. Sedangkan virus di dalam istilah komputer sama sekali berbeda dengan virus organik. Virus komputer adalah suatu program yang merusak, dan sudah jelas tidak ada unsur kehidupan di dalam suatu program. Seharusnya berita tentang virus organik pertama di dunia yang menyerang komputer akan langsung menyebar begitu cepat di internet. Tapi ternyata tidak!

Saya memeriksa sumber referensi yang disebutkan di artikel detikINET tersebut, yaitu Avant News, pada bagian About Avant, dan saya menemukan kalimat ini:

Disclaimer

All material published on Avant News, with the possible exception of information provided by external sites, is fictitious, satirical, and intended for entertainment purposes only.

Bukti di atas sebenarnya telah lebih dari cukup. Bagi yang masih belum yakin, saya berikan lagi bukti-bukti tambahan lainnya. Pencarian pada Google Blog Search dengan kata kunci: vista organic virus mengeluarkan hasil pertama yaitu dari humorfeed News. Sedangkan pencarian pada Google Search, hasil pertamanya adalah forum thehotfix.net yang telah membahas tentang ketidakbenaran berita ini. Pada forum Chip, pembahasan juga berakhir dengan kesimpulan bahwa berita itu tidak benar. Hasil pencarian Google dengan urutan kedua, ketiga dan seterusnya pun tidak ada yang mengatakan bahwa berita ini benar.

Mengetahui bahwa DetikINET telah memuat berita salah, saya mencoba mengirim e-mail kepada redaksi DetikINET (redaksi@detikinet.com) kemarin. Kelihatannya redaksi hanya menganggap e-mail saya angin lalu belaka, hingga saat ini, berita salah tersebut masih dapat diakses oleh umum.

Di blog ini saya menyampaikan kritikan terbuka terhadap DetikINET agar lain kali lebih berhati-hati dalam mengambil referensi berita. Jika kesalahan seperti ini dibiarkan begitu saja, di masa yang akan datang, akan semakin banyak orang yang meragukan keakuratan berita DetikINET.

Selain itu, kritikan saya berikutnya adalah agar DetikINET lebih memperhatikan pelanggannya yang telah dengan setia mengikuti beritanya. E-mail pembaca yang berisi kritik dan saran itu sangat berarti.

Akhir kata, pada artikel ini, saya sebagai pembaca setia DetikINET tidak bermaksud untuk menyudutkan DetikINET. Saya hanya berharap agar kualitas DetikINET akan menjadi lebih baik!

05/01/07

Karakter Mandarin Diurutkan Berdasarkan Apa?

Pada umumnya, kita tahu bahwa karakter Latin itu diurutkan mulai dari huruf a, b, c, hingga terakhir z. Nah, karakter Mandarin sebenarnya diurutkan berdasarkan apa?

Suatu hari, di kelas kuliahku Advance Database, pertanyaan ini pernah ditanyakan kepada orang asli Taiwan yang terpelajar (lagi S2 loh..). Setelah mereka memikir agak lama..... mereka tidak bisa menjawab! Jawaban akhirnya adalah karakter Mandarin (Taiwan) diurutkan berdasarkan kode internal. Mereka sama sekali tidak pernah mempersoalkan urutan, apalagi memperhatikannya.

Berdasarkan Windows Mandarin (China) yang kupakai, karakter Mandarin (China) diurutkan berdasarkan Hanyu Pinyin (bentuk Latin dari huruf Mandarin). Dan aku yakin jika pertanyaan di atas tadi ditanyakan kepada orang Tiongkok, mereka bisa menjawabnya dengan cepat! (urut berdasarkan pinyin).

Bukankah urutan sangat penting di dalam penyimpanan data atau database? Perintah SQL saja ada ORDER BY.

Penasaran dengan hal sepele tetapi penting ini, akhirnya saya menemukan cara pengurutan setiap bahasa, melalui setting Windows!

Coba lihat salah satu cara pengurutan pada gambar di bawah ini:


Nama file paling atas dalam Hanyu Pinyin adalah Liu De Hua..., depannya L.

File kedua teratas: Zhou Jie Lun..., depannya Z.

Sedangkan file kedua terbawah: Rong Zu Er..., depannya R!

Dari L, pindah huruf terakhir Z, lalu balik R lagi --> tidak urut. Pengurutan tidak sesuai dengan Hanyu Pinyin, ini karena setting pada Regional and Language Options adalah:

Saya pakai Windows Mandarin (China), harap maklum :P. Maksud setting di atas adalah menggunakan standard format Indonesia. Tidak salah kalau pengurutan karakter Mandarinnya jadi kacau. Standard format English (US) juga menghasilkan cara pengurutan yang sama.

Sekarang coba lihat cara pengurutan yang benar di bawah ini:

File pertama: Liu De Hua..., depannya L.

File kedua: Pan Wei Bai..., depannya P.

File kelima: Rong Zu Er..., depannya R.

File terakhir: Yang Cheng Lin..., depannya Y.

Huruf-huruf L, P, R, Y, susunannya telah urut abjad (Hanyu Pinyin), ini karena setting format standard adalah Chinese (PRC), ditunjukkan pada gambar di bawah:

Kenapa orang Taiwan tidak tahu bahwa karakternya diurutkan berdasarkan pinyin juga? Karena memang tidak! Coba lihat cara pengurutan dengan format standard Chinese (Taiwan) di bawah ini:


File pertama: Cao Ge..., depannya C.

File kedua: Guo Fu Cheng..., depannya G.

File kedua terakhir: Cai Min You..., depannya C! Dari G, belakang kembali ke C, depan.

Mengingat jawaban orang Taiwan di atas, rasanya memang karakter Mandarin diurutkan berdasarkan kode internal menurut standard Taiwan. Mengapa karakter Mandarin Taiwan tidak diurutkan dengan cara yang lebih masuk akal? Entah bagaimana ya kalau mereka mencari satu nama di antara daftar nama yang panjang?